Kontradiksi Mahasiswa

on

Pagi ini ada studium generale memperingati hari air internasional. Pembicaranya (di undangan) sih hatta rajasa, jokowi, sama emil salim. sayangnya semua speakernya diwakilkan.

Pada pembicara pertama, yang seharusnya hatta rajasa, diwakilkan oleh pak luki kalo ga salah. Suaranya sering tenggelam. “kejauhan dari mic tu bapaknya” kata seorang dibelakang. Saya pun mengamini nya.

“Eh eh tau ga tadi malem guwe tadi malem tidur pagi nya bentol” kata orang tadi

tiba tiba terjadi pembicaraan seru dibelakang. Yang tadinya cuma bisik bisik sekarang terdengar begitu keras. Blum lagi ada temen cowoknya yang ikut komentar tentang warna celana. Serius penting banget lah. Yang tadinya suara si bapak terdengar sayup sayup sekarang hilang ditelan suara mereka. Apa emang cara seorang mahasiswa kalo ada pembicara yang suaranya kecil , si mahasiswa berbicara lebih keras? Kejadian itu berulang sampe tengah tengah. Karna ga tahan dengan sedikit marah saya akhirnya negur. Syukur sampe semua pembicara nya ngomong, orang-orang dibelakang jadi cukup anteng.

Satu lagi yang kontradiksi adalah ketika pembicara membawa materi. Barisan depan begitu kosong. Hanya secuil anak yang ada didepan. Saat absen datang, tiba-tiba anak anak nyeruduk kedepan, penuh semua kursi. Belum lagi mereka marah-marah karna absen mereka dilompati. Serius lah, udah nyerobot antrian, masih banyak omong pula. Apa emang gini ya jadi mahasiswa…

One Comment Add yours

  1. Owl says:


    Kritis, tajam. Suka! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s