Jogja dulu sebelum uas

Jogja sebelum uas

Beberapa hari yang lalu, lebih tepatnya dua hari sebelum uas, ibuku menyuruhku pulang untuk mengurus e-ktp. Sebenernya aku masih penasaran dengan keberlangsungan e-ktp yang menurut berita menjadi “ladang” korupsi. Anyway karna emang ktp ku dah mau habis, jadi daripadam ga punya kartu identitas ya akhirnya buat.
Pulang dari bandung hari jumat malam naik turangga. Ini pertama kali aku naik kereta ini. Yang unik adalah setiap gerbong pasti berbeda seat nya. Entah Cuma kereta ini atau emang semua turangga begitu. Aku naik di gerbong 3 dan di gerbong 7 aku harusnya duduk. Gerbong 3 bentuk seatnya hampir sama kayak kereta eksekutif jogja – Jakarta. Sementara gerbong 7 bentuk seatnya seperti Lodaya eksekutif.
Kira kira jam 4 pagi, akhirnya sampai jogja. Telat 1 jam, tapi bukankah itu memang sudah kebiasaan kereta api di Indonesia? I don’t know. Yang pasti kereta ini lebih cepat daripada lodaya dan yang pasti lebih mahal. Sesampainya di rumah dan subuhan, aku tidur.
Siang hari, selagi ngantri e-ktp yang cukup panjang aku dan keluargaku memutuskan untuk makan di bebek pak ahmad di deket tugu. Ketika menunggu datangnya makanan, tiba tiba ibuku berkata,”eh itu yang turun itu artis”. Ditempat ini emang ada dua lantai. Terus kulihat itu orang. Ah biasa saja. Ibu ku terus ngelihat orang itu sambil mengingat ingat namanya. Lalu orang itu kembali naik.
Beberapa saat kemudian ada beberapa orang turun. Ibuku langsung berinisiatif untuk salam. Kemudian orang itu tersenyum lalu membalas salam. Detik itu aku bingung. Ini siapa lagi. Ibuku lalu berkata,”itu Opik mas.” Ah iya. Makanya terasa akrab. Yang ini aku sering liat di tv. Yang unik adalah orang orang yang mengikutinya (entah bodyguard atau santri) semua pakai gamis dan topi haji.
Setelah aku makan selesai, turun lagi seseorang pria yang cukup “kemayu” dalam bahasa jawa. Gaya tubuhnya seperti wanita, matanya “main”, dan senyum selalu mengembang di mulutnya. Melihat wajahnya sekali dan aku tau itu Didik Nini Towo (bener tulisannya gini ga sih). Intinya penari itu. Dia turun beserta orang pertama yang ibu bilang artis tadi. Ibuku berkata,” ah iya itu yang main emak naik haji (or something aku lupa,red).”
“minta tanda tangan yuk” kata ibuku
“buat apa bu?” Tanya ku
Ibuku hanya tersenyum lalu mengurungkan niatnya. Selesai bayar membayar, kami langsung menuju tempat pembuatan e ktp. Dan ternyata pas. Antrian yang masuk 5 orang dan itu 2 nomer sebelumku. Jadi ga perlu ngantri lagi. Memang hari ini cukup unik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s