Mental?

Beberapa hari menjelang lebaran. Hampir semua keluarga yang aku tau lagi sibuk-sibuknya cari baju, beli makanan, sampai-sampai hampir semua distro dan pasar dipenuhi oleh orang-orang. Tapi ada lagi yang meningkat. Jumlah peminta-minta. Ada yang mencari secara individu sampe ada yang berkelompok. Ada yang minta secara halus tapi ada pula yang meminta dengan cara mengancam.

Contohnya beberapa hari yang lalu ketika ada seorang yang meminta sodaqoh kepada ayahku.  Ayahku memberi sedikit lalu orang itu berkata, “hak saya engga segini!”. ayahku hanya berkata,”kewajiban anda udah dikerjakan seberapa?”. Orang itupun pergi. Setelah itu ayahku bercerita tentang masa kecilnya.

Dulu pas beliau masih kecil, semiskin apapun orangnya ga mau dibilang miskin. Hanya orang yang benar-benar kepepet lah yang mau meminta belas kasih orang lain.  Hampir semua orang lebih suka memberi daripada meminta. Tapi sekarang, hampir semua orang ingin dirinya di cap miskin. Mungkin mental indonesia sudah jadi mental pengemis? hanya Allah yang tahu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s