ikut merenung

setelah mbaca blognya raze, jadi kepikiran lagi…

tentang masalah yang kemarin… (baca)

ada sebauh quote yang dah alam ku ketahui tapi tetep aja belum kurasakan

“We will never know how precious thing we have, until we lost it”

kata-kata itu sangat kena, tapi ada pertanyaan yang terus ada di otak

“apa kita harus kehilangan dulu baru bisa ngerasain hal-hal yang begitu berharga bagi diri  kita?”

ku rasa engga. Tapi gimana caranya? perasaan ini udah ga enak. pikiran ini jadi berat.

entah kenapa sekarang aku yang ngerasa uneasy. padahal dia aja dah bilang gapapa. atau karena aku orang yang kerasa kepala dan selalu terbawa rasa bersalah? (ga percaya? baca sini)

*pada cangkir pertama engkau masih orang asing; cangkir kedua, engkau teman; dan pada cangkir ketiga, engkau bergabung dengan keluarga kami*

sebuah konsep yang sangat indah. mudahnya membuat orang sebagai saudara. tapi apa mungkin dulu aku melawatkan dua cangkir awal untuk menyuguhnya? apa itu terlalu gegabah?

semoga aku bisa menyuguhkan kedua cangkir itu sekarang. dan tidak membuat kesalahan lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s