Terkadang orang memiliki persepsi tertentu ketika melihat benda atau kejadian tertentu. Terkadang persepsi itu terlalu kuat hingga menyebabkan kita berpikir itu adalah sesuatu yang pasti. Nah beberapa hari lalu saya sempat dikejutkan oleh kesalahan persepsi saya.
ceritanya begini:
daerah plesiran merupakan daerah yang cukup kumuh walaupun merupakan daerah kos. Tikus berkeliaran di jalan bukanlah hal yang baru walaupun frekuensi bertemu tikus terbilang sangat kecil. Apakah saya akan bercerita tentang persepsi saya terhadap tikus? bukan. Tapi menyinggung tentang tikus.
Hari itu hari sabtu. Sabtu yang kuhabiskan dengan bermain game. Mau pergi juga bingung, mau sama siapa coba. Siang hari saatnya beli makan. Berjalanlah saya kewarung nasi yang terdekat. Di tengah jalan, saya bertemu dengan seseorang pria yang cukup sangar. Orangnya berkumis dan berjenggot. Rambutnya cukup lebat sebahu. Badannya ga terlalu besar tapi orang melihatnya pasti berpikir bahwa orang ini cukup perlu diwaspadai.
Lalu orang itu melihat kearahku. Matanya tajam.
“saatnya mencoba hasil latihan fitness,” pikirku
Orang itu berhenti berjalan. Lalu kembali melihatku dengan tajam. Raut wajahnya berubah.
“wah bener nih” sudah siap mengepalkan tangan
“AHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH” dia teriak, aku kaget
“tikus!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriaknya sambil naik ke undak-undakan rumah terdekat.
jadi dari tadi dia ngeliatin tikus dibelakangku. Dan yang paling ngaco adalah orang berwajah sangar takut sama tikus. Yah orang berwajah sangar juga manusia. Punya rasa takut terhadap sesuatu. Persepsi tentang orang berwajah sangar itu selalu berani ternyata salah. itulah hidup
Discussion
No comments yet.